Memaksimalkan Strategi Marketing

Memaksimalkan Strategi Marketing

Memaksimalkan Strategi Marketing – Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini sudah semakin banyak orang yang sedang membuat banyak produk untuk meraih kesuksesan. Benar saja, kita memang dapat melakukan banyak cara untuk mendapat tingkat engagement yang baik. Namun, tentu ada beberapa strategi dasar yang harus diperhatikan agar promosi yang sedang dieksekusi dapat diterima dengan baik oleh konsumen, salah satunya adalah dengan menunjukkan empati pada kebutuhan mereka.

 

1. Empati saat menerapkan strategi marketing
Dalam ilmu pemasaran modern, menyentuh emosi konsumen menjadi salah satu hal wajib yang harus dilakukan oleh advertiser saat menerapkan strategi marketing. Mengetahui dan memahami emosi konsumen juga dapat membantu advertiser untuk menentukan dan mendesain produk. “Advertiser harus mampu merasakan, melihat, dan memahami situasi, kondisi, perspektif, bahkan emosi dari konsumen mereka. Itulah yang dinamakan dengan berempati,” terang Sylvia Alexandra Sudradjat, Head of Business Development.

Empati memang sangat dibutuhkan, terutama selama masa pandemik. Hal tersebut dikarenakan oleh banyaknya dampak negatif yang dirasakan oleh hampir semua orang di dunia. Oleh karenanya, industri-industri pun dituntut untuk lebih fleksibel dan mampu beradaptasi di tengah situasi yang serba tak pasti ini. “Untuk advertiser, khususnya, menjadi sensitif adalah kunci utama dalam berkomunikasi dengan konsumen. Mengapa? Dalam industri periklanan, kampanye yang sukses dimulai dari bagaimana kita dapat menjawab kebutuhan konsumen melalui strategi marketing dan produk yang kita sediakan,” terang Sylvia.

2. Perhatikan kebutuhan fungsional dan emosional konsumen
Menurut Sylvia, marketing akan selalu melibatkan 2 kebutuhan yang perlu dipenuhi, yaitu kebutuhan fungsional dan emosional dari konsumen. Ia mengambil contoh, “Misalnya, brand lotion A, sebuah brand yang fokus pada kesehatan kulit. Produk yang diluncurkan adalah hand sanitizer yang dilengkapi dengan vitamin E. Menargetkan perempuan, produk ini ingin memecahkan masalah seputar kulit kering yang diakibatkan oleh seringnya mencuci tangan dan/atau menggunakan hand sanitizer. Kebutuhan fungsionalnya adalah untuk membersihkan, sekaligus melembabkan kulit, sedangkan kebutuhan emosionalnya adalah untuk membebaskan konsumen dari kecemasan akan kulit kering dan pecah-pecah. Sesederhana itu.”

 

3. Konsistensi hasilkan consumer engagement yang optimal
Advertiser juga harus mampu membangun kepercayaan konsumen melalui iklan. “Konsistensi, bagi saya, adalah hal paling penting. Membangun nama dari sebuah brand bukanlah pekerjaan semalam. Jangankan semalam, sekian tahun juga belum tentu berhasil. Lalu, apa yang saya maksud dengan konsistensi? Maksudnya adalah konsistensi pada identitas brand, pesan brand, pengeksekusiannya, distribusi yang dilakukan melalui konten dan platform yang tepat. Dengan konsistensi tersebut, kepercayaan konsumen pun akan dapat kita tuai,” terang Sylvia.

Selain itu, Sylvia menyebutkan, bekerja sama dengan partner yang kredibel juga bisa membantu advertiser untuk membentuk cara pandang konsumen. Selain media atau platform yang digunakan, partner yang dimaksud juga meliputi brand ambassador. “Semua harus dikonsiderasi secara tepat dan saksama. Bagi saya, contoh advertiser yang melakukan advertising secara konsisten dan apik adalah brand Apple,” kata Sylvia.

 

4. Advertising libatkan percakapan, konversi, pembelian, dan advokasi
Dengan konsistensi yang ada, tingkat engagement antara brand dan konsumen pun akan menjadi kian optimal. Sylvia menjelaskan bahwa customer engagement adalah langkah pertama yang harus diupayakan oleh brand agar percakapan, konversi, pembelian, dan bahkan advokasi dapat tercipta. Jelasnya, “Bila customer engagement dapat dilakukan dengan benar, advertiser dapat memahami preferensi konsumennya, so the funneling goes on. Kalau bisa, sih, sampai advokasi juga. Apa itu advokasi? Advokasi adalah ketika konsumen membagikan pengalaman positifnya terkait suatu produk kepada rekan-rekannya.”

Aspek Terpenting dalam Lakukan Digital Marketing

Aspek Terpenting dalam Lakukan Digital Marketing
Aspek Terpenting dalam Lakukan Digital Marketing – Digital marketing memang merupakan salah satu metode terbaik yang dapat anda pilih untuk memasarkan produk atau jasa anda pada masa perkembangan teknologi saat ini.
Digital Marketing sering dipahami oleh kebanyakan orang sebagai promosi bisnis melalui Instagram Ads dan Facebook Ads. Sebagian lagi bahkan berpikir bahwa secara rutin mengunggah konten promosi ke media sosial termasuk feeds dan Stories adalah Digital Marketing. Apakah salah? Tidak juga. Tapi hal-hal yang baru saja kita bahas, hanya ibarat ranting dari keseluruhan ‘pohon besar’ Digital Marketing. Digital Marketing adalah sebuah konsep yang jauh lebih kompleks dari mengunggah konten di media sosial atau memasang iklan di Instagram Ads dan Facebook Ads. Kalau begitu, apa itu Digital Marketing?
Digital Marketing saat ini sudah menjadi sebuah konsep umum. Definisi term ini pun dapat dengan mudah kita temukan, mulai dari pendeterminasian dengan bahasa yang paling sederhana hingga sangat teknis. Salah satu yang bisa kita rujuk adalah pengertian  Digital Marketing sebagai segala bentuk metode pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronik, termasuk di dalamnya pemasaran online melalui internet yang dalam prosesnya melibatkan penggunaan website usa-ugg68, search engine, blog, media sosial, video, email dan berbagai channel serupa untuk meraih pelanggan.

SEARCH ENGINE OPTIMIZATION (SEO)

Search Engine Optimization atau yang lebih dikenal dengan SEO adalah proses optimasi website bisnis agar menempati posisi teratas dalam hasil pencarian untuk kata kunci tertentu di search engine seperti Google.com, Yahoo.com, Bing.com, MSN.com dan sebagainya. SEO yang optimal akan memberikan traffic yang lebih tinggi secara organik (gratis) terhadap platform perusahaan seperti blog dan website.
Secara umum, ada tiga cara untuk mendatangkan traffic ke website perusahaan, meliputi:

On page SEO

Sesuai sebutannya, On page SEO fokus pada semua konten yang ada di halaman sebuah website. Para pembuat konten di website harus mencari tahu dan membuat konten sesuai dengan kata kunci yang dibutuhkan oleh pembaca. Semakin tinggi pencarian terhadap sebuah kata kunci, semakin tinggi kebutuhan pembaca untuk mencari informasi mengenai topik tersebut sehingga kemungkinan untuk pembaca ‘mampir’ membaca informasi yang kita tampilkan di website akan semakin besar pula.

Off page SEO

Setelah memperkuat website dengan konten yang memenuhi optimasi on page SEO, langkah selanjutnya adalah dengan memperkuat Off page SEO. Off page SEO fokus pada apa yang ‘tidak ada di dalam halaman’ untuk membuat website kita tampak terpercaya dalam penilaian search engine. Optimasi SEO dalam Off page SEO menitikberatkan pada jaringan dan popularitas website dengan cara membangun backlink dengan berbagai website lain yang telah memiliki kredibilitas tinggi di search engine.

Technical SEO

Berbeda dengan dua komponen sebelumnya yang terkait pada konten dan kredibilitas, Technical SEO fokus pada hal teknis terkait backend website dan mengenai coding website perusahaan. Hal-hal seperti kompresi gambar, structured data, and pengoptimalan CSS file akan membuat kecepatan pemuatan (loading speed) website meningkat. Loading speed yang tinggi akan menjadi poin penting dalam penilaian performa website bagi search engine.

CONTENT MARKETING

Content Marketing mengacu pada pembuatan dan promosi aset konten yang ditujukan untuk membentuk kesadaran produk, pertumbuhan traffic, dan mendatangkan pelanggan. Beberapa saluran yang berperan dalam Content Marketing yakni:

Blog

Pembuatan konten di blog perusahaan membantu mendatangkan traffic organik bagi website dan membuka kesempatan untuk melakukan soft-selling bagi tim pemasaran.

eBook

Sering melihat sebuah eBook atau buku elektronik dibagikan gratis dengan hanya memberikan email atau nomor ponsel? Cara ini masih menjadi strategi andalan dalam Content Marketing untuk menghimpun kontak para pembaca yang kemudian dapat diproses menjadi target pemasaran selanjutnya.